Pimpinan NU Dinilai Lupa dengan Qonun Asasi

Jam'iyyahPimpinan NU Dinilai Lupa dengan Qonun Asasi

SURABAYA (SuaraNahdliyin.id) – Pembahasan tentang Qonun Asasi Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi judul disertasi Hj Lelly Lailiyah Novianti, Dra MM, dan dipresentasikan dalam ujian doktor terbukanya di Ruang Ternate ASEEC Tower, Kampus Unair Surabaya, Selasa (30/6/2026) kemarin, menjadi perbincangan hangat para kiai dan tokoh NU. Pasalnya, para pimpinan NU dinilai sudah lupa dengan qonun asasi, padahal qonun asasi adalah way of life nahdliyin.

Perbicangan hangat tentang judul disertasi “Nilai-Nilai Qonun Asasi Nahdlatul Ulama (NU) dalam Politik Hukum Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045″ ini, terlihat saat sejumlah tokoh NU berkumpul di kediaman Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, di Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Jalan Siwalankerto, Surabaya, kemarin.

Tampak hadir Menteri Haji dan Umroh Dr KH Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan) yang juga promotor Hj Lely Lailiyah dalam ujian doktor terbuka di Unair tersebut, KH Kikin Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) Ketua PWNU Jatim yang juga suami dari Hj Lely Lailiyah, KH Juhadi Muhammad (Ketua PWNU Jawa Barat), dan Dr KH Puji Raharjo (Ketua PWNU Lampung), serta sejumlah tokoh NU yang lain.

Dihadapan Gus Kikin, Kiai Asep menyinggung tentang isi disertasi Nyai Lelly yang sekarang menjadi perhatian para kiai dan tokoh NU. “Ini tadi soal pernyataan istri panjenengan yang minta PBNU kembali ke Qonun Asasi,” ujar Kiai Asep kepada Gus Kikin.

Mendengar penyataan Kiai Asep, Gus Kikin terlihat tersenyum lebar. Cicit Hadratussyaikh itu mengakui bahwa itulah yang menjadi sikapnya dalam NU. “Banyak yang bertentangan dengan Qonun Asasi NU,” ujar Gus Kikin yang merupakan putra pasangan KH Mahfud dan Nyai Abidah.

“Makanya saya ingin menyosialisasikan Qonun Asasi. Saya minta waktu untuk menyosialisasikan Qonun Asasi,” tambah Gus Kikin.

Pernyataan Gus Kikin langsung disambut hangat oleh Kiai Asep. Bahkan Kiai Asep menyatakan sangat mendukung Qonun Asasi harus menjadi way of life semua pengurus NU dan warga NU.

Kata sepakat juga disampaikan Gus Irfan, Kiai Puji Rahadjo dan Kiai Juhadi Muhammad. Ketiga tokoh NU ini sepakat bahwa Qonun Asasi harus terus diaktualisasikan ke dalam kehidupan sehari-hari pengurus dan warga NU.

Kiai Asep juga mengungkap kegundahan Gus Umar Wahid, cucu Hadratussyaikh yang juga hadir dalam acara tersebut. Menurut Kiai Asep, Gus Umar Wahid mengatakan bahwa nasib NU sama dengan nasib Indonesia.

“Masyarakat Indonesia dan pemimpinnya meninggalkan Pancasila, sedangkan PBNU meninggalkan Qonun Asasi,” ujar Kiai Asep menirukan pernyataan Gus Umar Wahid.

Meski demikian, Gus Umar Wahid kata Kiai Asep mengaku lega dan senang karena masih banyak kiai NU yang punya integritas moral dan idealisme sehingga sangat layak mimpin NU ke depan.

Bahkan saking senangnya, Kiai Asep mengaku sama sekali tak punya ambisi untuk jadi pengurus NU. Sebab merasa sudah terwakili, jika mereka yang duduk dalam kepengurusan PBNU ke depan adalah para kiai yang punya integritas moral dan komitmen sesuai Qonun Asasi NU.

“Saya sendiri tak jadi pengurus gak apa-apa. Yang penting pengurus NU ke depan orang-orang yang punya integritas dan baik. Saya rela sekedar tidur di mushalla PBNU, walau gak jadi pengurus,” ujar Kiai Asep seperti dikutib dari bangsaonline.

“Saya akan datang ke kantor PBNU setiap bulan untuk tidur-tiduran di mushalla PBNU. Selama ini saya gak pernah datang ke kantor PBNU,” tambah putra KH Abdul Chalim, salah seorang kiai pendiri NU yang juga pahlawan nasional itu.

Ia berharap kantor PBNU ke depan tidak elitis, tapi teduh dan ramah bagi semua warga NU. “Karena dipimpin oleh para kiai tulus dan ikhlas, tidak punya kepentingan pribadi, politik atau kepentingan duniawi,” pungkasnya. bgs/rai

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles