PASURUAN (SuaraNahdliyin.id) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan seluruh Nahdliyin agar mendoakan Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026 mendatang dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi umat.
Penegasan ini disampaikan pada acara rutinan Istighotsah Jumat Legi PCNU Kabupeten Pasuruan di Masjid Al Mukhlisin, Kecamatan Sukorejo, Jumat (03/07/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran PCNU, MWCNU, lembaga, badan otonom NU, serta ratusan Nahdliyin.
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, Gus M Nawawi, mengajak seluruh warga NU untuk bermunajat agar agenda lima tahunan organisasi berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemaslahatan umat.
“Kami mohon doa kepada seluruh jamaah agar Muktamar NU diberikan kelancaran, keberkahan, serta menghasilkan keputusan-keputusan yang maslahat bagi umat, bangsa, dan Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” harapnya.
Ia juga mendorong pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di lingkungan PCNU Kabupaten Pasuruan segera menindaklanjuti program Digdaya Persuratan. Hal demikian diperlukan sebagai wujud penguatan tata kelola organisasi NU.
“Digdaya Persuratan NU sekarang sudah masuk ke tingkat MWCNU, jadi mohon ditata betul-betul organisasinya,” ungkapnya.
“Bagi MWCNU yang masih mengalami kendala, kami mempersilakan untuk berkoordinasi dengan bagian sekretariat PCNU Kabupaten Pasuruan,” imbuh Gus Nawawi.
Selain itu, Gus Nawawi mengingatkan seluruh jamaah untuk terus istiqamah menghadiri majelis istighotsah. Menurutnya, kehadiran dalam majelis dzikir merupakan bagian dari amal saleh dan amal jariyah yang akan membawa keberkahan bagi kehidupan.
“Mugi-mugi kita sedaya tansah diparingi sehat walafiat, dipunparingi umur ingkang berkah. Kehadiran kita di majelis ini semoga menjadi amal saleh dan amal jariyah yang menambah keberkahan hidup kita beserta keluarga,” katanya.
Ia menambahkan bahwa istighotsah bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar batin untuk memohon pertolongan Allah SWT. Melalui pembacaan yasin, tahlil, dzikir, dan doa bersama, warga NU mendoakan para muassis, masyayikh, serta keselamatan bangsa dan negara.
“Kita berkumpul untuk mendoakan para guru, para sesepuh, para muassis Nahdlatul Ulama, sekaligus memohon agar Negara Kesatuan Republik Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan,” pungkasnya. (noj/nhr)

