SURABAYA (SuaraNahdliyin.co.id) – PBNU membentuk tim kecil untuk melakukan survei lokasi Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar (Munas-Konbes) Alim Ulama NU 2026 pada 20-21 Juni 2026. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengusulkan Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur sebagai lokasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Alim Ulama NU 2026. Sedang pembukaan Munas dan Konbes Alim Ulama NU 2026 dilaksanakan di kawasan pesantren atau makbarah Syaikhona Muhammad Kholil, Bangkalan, Madura. Ini masih sebatas usulan dan belum diputuskan oleh PBNU.
Yang menarik juga usulan lokasi Muktamar ke-35 NU yang juga datang dari Kediri. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat melakukan safari Lebaran 1447 H ke sejumlah kiai sepuh di Jawa Timur pada Sabtu (28/3/2026) sempat meminta nasihat sekaligus membicarakan arah jam’iyah menjelang Muktamar Ke-35 NU.
Gus Yahya mengunjungi sejumlah pesantren besar, di antaranya Pondok Pesantren Ploso Kediri, Pondok Pesantren Lirboyo, Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, dan Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan. Gus Yahya juga berziarah ke makam para pendiri Nahdlatul Ulama di Jombang, mulai dari Tebuireng, Tambakberas, hingga Denanyar.
Saat itu Gus Yahya mendapat pesan dari KH Nurul Huda Djazuli atau Kiai Da. Gus Yahya menyampaikan bahwa Kiai Da menegaskan soal kiai dan pesantren yang merupakan pilar utama NU. Maka, Kiai Da mengusulkan agar Muktamar Ke-35 NU digelar di lingkungan pesantren, bahkan secara spesifik menunjuk Pesantren Lirboyo sebagai tempat penyelenggaraan forum tertinggi di NU ini.
“Kiai Da dawuh agar Muktamar ke-35 NU dilaksanakan di pesantren. Bahkan secara spesifik beliau mengusulkan di Pesantren Lirboyo,” kata Gus Yahya.
Gus Yahya menambahkan, usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada KH Anwar Manshur dan keluarga besar Lirboyo menunjukkan respons positif.
Usulan itu semakin menguat saat para Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur menggelar forum Halalbihalal di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Kamis (7/5/2026). Forum itu menghasilkan 5 rekomendasi penting yang ditujukan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Munas, Konbes, dan Muktamar ke-35 NU.
Acara yang berlangsung di Aula An-Nawawy Ponpes Lirboyo Kediri itu digelar dalam suasana kekeluargaan dihadiri deretan kiai sepuh serta pengurus NU dari berbagai penjuru wilayah. Tampak hadir KH Muhammad Anwar Manshur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH. An’im Falahuddin, KH. Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Yahya Cholil Staquf, Amin Said Husni, KH. Muadz Thohir, dan KH. Muhibbul Aman. Lalu hadir pula Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, serta seluruh Rois Syuriyah PCNU se-Jawa Timur.
Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, KH Oing Muid Shohib menyampaikan bahwa forum tersebut menghasilkan 5 poin rekomendasi yang secara resmi dikirimkan kepada PBNU. Salah satunya, forum tersebut merekomendasikan agar Muktamar NU ke-35 digelar di pesantren. Dalam rekomendasi yang sama disebutkan bahwa ponpes yang direkomendasikan menjadi tempat perhelatan Muktamar adalah Ponpes Lirboyo, Kediri.
Dalam rapat pleno, Gus Ipul juga menyampaikan perkembangan usulan lokasi Muktamar Ke-35 NU. Secara resmi, terdapat tiga Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama yang telah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah, yakni Jakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat.
“Secara resmi ada tiga wilayah yang mengusulkan, satu Jakarta, dua NTB, tiga Sumatra Barat, dan terakhir ada Jawa Timur,” katanya.
Menurut Gus Ipul, NTB menjadi wilayah yang paling aktif menunjukkan kesiapan. Dukungan tidak hanya datang dari PWNU setempat, tetapi juga dari pemerintah daerah, termasuk dukungan resmi dari gubernur.
“Gubernurnya juga ikut memberikan dukungan resmi,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU itu.
Sementara itu, Sumatra Barat juga telah menyampaikan usulan resmi, meski komunikasi dan dukungannya belum seintens NTB. Adapun Jakarta disebut telah mengirimkan surat resmi, tetapi belum diikuti koordinasi lanjutan.
Di luar tiga wilayah tersebut, Jawa Timur juga mulai diperbincangkan sebagai calon lokasi. Dia menyebut beberapa pesantren dan daerah di Jawa Timur juga muncul dalam pembicaraan, antara lain Lirboyo, Bangkalan, dan Situbondo. Namun, khusus untuk Munas dan Konbes Alim Ulama 2026, Gus Ipul menyampaikan bahwa Pesantren Ploso menjadi salah satu lokasi yang diusulkan dan patut dipertimbangkan serius oleh PBNU, dengan pembukaan yang diusulkan berlangsung di dekat Makbaroh Syaikhona Kholil Bangkalan.
“Yang paling seru itu adalah Jawa Timur. Meskipun ini tidak ada surat resmi, tapi ada beberapa wacana yang dikembangkan di sana untuk siap menjadi tuan rumah,” tutupnya. (nas/wis)

