Dukungan Lirboyo Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU Makin Deras, Kali Ini Datang dari PCNU Jepara yang “Nderek” Nasihat Kiai Sepuh

Jam'iyyahDukungan Lirboyo Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU Makin Deras, Kali Ini Datang dari PCNU Jepara yang "Nderek" Nasihat Kiai Sepuh

JEPARA (SuaraNahdliyin.id) – Menjelang Tim Survei PBNU turun ke pondok pesantren calon tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu (4/7/2026) besok, dukungan untuk Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri mengalir semakin deras. Kali ini dukungan datang dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Setelah dukungan bersama PWNU dan PCNU se-Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, kini dukungan resmi disampaikan oleh Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara KH. Hayatun Nufus Abdullah Hadziq Al Hafidz di kediaman Katib Syuriyah KH. Muhammad Nasrullah Huda Tegalsambi Tahunan Jepara pada Kamis (2/7/2026) malam.

KH Hayatun Nufus Abdullah Hadziq Al Hafidz menyatakan pihaknya mendukung Ponpes Lirboyo di Kediri Jawa Timur untuk ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Muktamar pertama di abad kedua NU.

“Memang ada sembilan pondok pesantren yang diusulkan sebagai calon tuan rumah, namun mestinya PBNU lebih mendengar saran dan pendapat kiai sepuh NU seperti KH Nurul Huda Djazuli Ploso, KH Anwar Manshur Lirboyo untuk menetapkan Lirboyo sebagai lokasi Muktamar,” kata Mbah Yatun, panggilan Akrab KH Hayatun.

Lirboyo merupakan salah satu pondok pesantren tertua dan terbesar di Indonesia dengan jumlah santri mencapai puluhan ribu. Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) yang merupakan jaringan alumninya tersebar di seluruh nusantara sehingga akan dengan mudah melakukan penggalangan dana sehingga mampu menyelenggarakan Muktamar NU secara mandiri dengan cara gotong royong santri, alumni dan warga nahdliyyin tanpa harus campur tangan pemerintah.

“Mestinya PBNU bisa mengembalikan marwah NU dengan cara mengurangi ketergantungan kepada pemerintah, mendengarkan nasihat dan saran dari kiai-kiai sepuh yang mempunyai akar kuat secara kultural sebagai panutan di kalangan warga nahdliyin,* lanjut Kiai Hayatun.

Struktural NU, kata Beliau, akan mudah goyah dan rapuh jika tidak didukung dan ditopang oleh kiai-kiai sepuh yang ikhlas memikirkan ummat, khususnya warga nahdliyyin di desa-desa, di kampung-kampung. NU sebagai jam’iyyah akan menjadi macan ompong yang tidak didengar jama’ahnya jika meninggalkan saran dan nasihat pengasuh pondok pesantren tertua dengan jumlah alumni ratusan ribu, tersebar di seluruh Indonesia dengan berbagai ragam profesi, mulai dari guru ngaji hingga birokrat petinggi negeri.

“Saatnya PBNU mendengar suara-suara dari cabang. Bagaimanapun NU memang berasal dari pesantren dan pesantren adalah basis pengkaderan di NU sejak didirikan oleh Rais Akbar Hadlaratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari,” tegas Kiai Hayatun.

“Sekali lagi PCNU Kabupaten Jepara mengusulkan agar Lirboyo ditunjuk sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Toh pondok pesantren Lirboyo mempunyai pengalaman sebagai tuan rumah Muktamar ke-30 NU pada tahun 1999”, pungkas Kiai Hayatun.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Jepara juga mengatakan hal yang sama.

“Saya nderekke (mengikuti, red.) pendapat Mbah Yatun. Kita semua sepakat untuk mengembalikan dan menjaga marwah NU dengan melaksanakan muktamar di pondok pesantren”, kata Kiai Charis.

“Setelah kemarin pesantren Ploso sukses menggelar Munas/ Konbes, kini giliran Lirboyo menjadi tuan rumah Muktamar NU”, tegas Kiai Charis.

Hal yang sama juga disampaikan KH. Ahmad Sahil, Sekretaris PCNU Jepara. PCNU Jepara mengikuti  arahan Kiai-kiai Sepuh NU seperti KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso dan Kiai sepuh yang lain yg menghendaki Muktamar di Lirboyo, karena Memang keberadaan NU tidak lepas dari Pesantren karena NU didirikan Kiai-kiai  Pesantren.

Seperti diberitakan SuaraNahdliyin.id,

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Amin Said Husni setelah rapat gabungan syuriyah dan tanfidziyah PBNU di Jakarta pada Kamis 2 Juli 2026 menyatakan ada 9 pondok pesantren di 5 propinsi yang bakal disurvei sebagai lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 1-5 Agustus 2026.

Kesembilan pondok pesantren (PP) tersebut adalah PP Syekh Al Falah di Padang Sumatera Barat, PP Darur Rahman dan PP Al Hamid (Jakarta), PP Buntet, PP Kempek dan PP Babakan Ciwarinin Cirebon (Jawa Barat), PP Lirboyo Kediri dan PP Tambak Beras Jombang (Jawa Timur) dan PP Qomarul Huda di Bagu Lombok (Nusa Tenggara Barat).

Kesembilan calon lokasi tersebut akan disurvei pada Hari Sabtu-Minggu 4-5 Juli 2026 oleh Tim yang dipimpin oleh Ketua Steering Committee (SC) Muktamar 35 NU KH. Ahmad Said Asrori dan Sekretaris SC Prof. Dr. Muhammad Nuh, serta akan diumumkan hasilnya dalam rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah pada Selasa, 7 Juli 2026. (jok)






Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles