SURABAYA (SuaraNahdliyin.id) – Pernyataan dukungan yang dilontarkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur terhadap lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di DKI Jakarta, tampaknya ada perbedaan pendapat dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Timur. Buktinya, tercatat ada belasan PCNU di Jatim yang sudah menyatakan dukungannya secara resmi ke PBNU agar Muktamar ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri.
Data yang diterima SuaraNahdliyin.id, terdapat 11 PCNU di Jatim yang telah mengeluarkan surat resmi dukungannya. Yakni, PCNU Kota Kediri, PCNU Kabupaten Kediri, PCNU Kabupaten Tulungagung, PCNU Kabupaten Trenggalek, PCNU Kabupaten Pasuruan, PCNU Kangean, PCNU Krasaan, PCNU Kota Malang, PCNU Kabupaten Sumenep, PCNU Nganjuk, dan PCNU Kabupaten Blitar. Surat dukungan dari PCNU ini diperkirakan masih terus mengalir.
Pertimbangan lain dari PCNU-PCNU ini memberikan dukungan terhadap Ponpes Lirboyo, dikarenakan ponpes yang berada di Kota Kediri tersebut merupakan pesantren tertua dan berpengaruh di Indonesia yang secara konsisten menjaga tradisi Pendidikan Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta memiliki peran besar dalam mencetak ulama dan kader-kader terbaik NU.
Di samping itu, Ponpes Lirboyo juga memiliki fasilitas dan sarana prasarana yang memadai bagi berlangsungnya agenda Muktamar. PP Lirboyo Kediri telah berpengalaman sebagai tuan rumah Muktamar ke-30 Nahdlatul Ulama Tahun 1999.
Selain itu, PCNU-PCNU ini juga menyakini jika pelaksanaan Muktamar ke-35 NU digelar di Lirboyo bakal berlangsung tertib, aman, dan nyaman karena adanya wibaya pengasuh dan masyayikh Lirboyo, serta system keamanan pesantren juga area yang sangat luas dengan akses yang mudah dijangkau. PP Lirboyo Kediri telah terbukti memiliki wibawa dalam mewujudkan islah di antara para pihak sehingga suasana rukun, guyub, Bersatu dan rasa persaudaraan diharapkan dapat mewarnai pelaksanaan Muktmar NU.
Pertimbangan ini memang tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz. Dalam petikan video yang berdurasi 40 detik tersebut, dan tersebar di sejumlah whatsapp group (WAG), Kiai Kikin sapaan akrabnya, menyampaikan dukungannya kepada DKI Jakarta sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU.
“Saya Abdul Hakim Mahfudz, Ketua PWNU Jawa Timur dengan ini menyatakan mendukung pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di provinsi DKI Jakarta,” kata Kiai Kikin dalam rekaman video tersebut.
Kiai Kiai menjelaskan, dukungan tersebut bukan tanpa pertimbangan. Menurutnya, dipilihnya DKI Jakarta karena transportasi, fasilitas dan sarana prasarana dinilai cukup mendukung. “Ini berdasarkan beberapa pertimbangan, mudahnya transportasi dari daerah-daerah, infrastruktur yang mendukung, dan sarana prasarana yang sudah cukup matang,” isi dari pernyataan singkat Kiai Kikin yang tersebar di WAG, Ahad (5/7/2026).
Meski pernyataan tersebut disampaikan melalui rekaman video pendek. Keputusan tersebut tampaknya tidak dikoordinasikan dengan PCNU-PCNU di Jatim. Buktinya, belasan PCNU justru menyatakan sikap dukungan yang berbeda. Rata-rata PCNU memberikan dukungannya terhadap Ponpes Lirboyo Kota Kediri sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan bakal digelar pada 1-5 Agustus 2026 mendatang.
Seperti diketahui, PBNU mulai Sabtu-Ahad (4-5/7/2026) ini akan melakukan survei terhadap 9 pondok pesantren di lima provinsi yang menjadi usulan lokasi Muktamar NU. Diantaranya, Pondok Pesantren Syekh Al-Falah di Padang, Sumatra Barat; Pondok Pesantren Al-Hamid dan Pondok Pesantren Daarurrahman di Jakarta; Pondok Pesantren Buntet, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek di Cirebon, Jawa Barat; Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB); serta Pondok Pesantren Tambakberas Jombang dan Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur. rai

