SURABAYA (SuaraNahdliyin.id) – Tim survei PBNU sudah turun ke pesantren untuk menilai kelayakan calon lokasi yang akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada Sabtu (4/7/2026), dan akan dilanjutkan Ahad (5/7/2026). Selain Tim Survei PBNU, berdasarkan catatan dan data yang masuk dari PCNU ke Redaksi SuaraNahdliyin.id, Ponpes Lirboyo Kota Kediri menjadi unggulan tuan rumah Muktamar ke-35 NU.
Begitu pula hasil polling yang diadakan NU Online yang menunjukkan Ponpes Lirboyo paling banyak diminati atau dipilih oleh responden untuk menjadi tuan rumah Muktamar NU dengan perolehan angka 8.400 pemilih, sementara tujuh ponpes lain rata-rata di bawah 1000 pemilih, kecuali Ponpes Tambakberas Jombang. Hasil polling NU Online menunjukkan Ponpes Tambakberas itu dipilih 9.200 responden. Data masuk sampai Sabtu malam pukul 20.08 WIB.
Namun seperti dikatakan oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni, Ponpes Tambakberas Jombang akan disurvei oleh Tim PBNU sebagà i lokasi pembukaan Muktamar ke-35 NU. Sedang lokasi Muktamar digelar di Ponpes Lirboyo.
Hal itu sesuai prediksi SuaraNahdliyin.id, hampir pasti Ponpes Lirboyo tuan rumah Muktamar ke-35 NU sementara untuk acara pembukaan digelar di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
Sementara itu, PBNU melalui tim Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC), Sabtu (4/7/2026), melakukan survei di tiga pondok pesantren di Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan penentuan lokasi penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35.
Tiga pesantren yang dikunjungi yakni Pondok Buntet Pesantren, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek. Survei dilakukan untuk menilai kesiapan masing-masing pesantren dalam mendukung pelaksanaan forum tertinggi organisasi tersebut.
Tim survei terdiri atas Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami, Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Amir Ma’ruf, Bendahara PBNU H Nuruzzaman, serta staf PBNU Hj Qonitatul Ulya. Turut mendampingi Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani, dan Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi.
Pengasuh Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, KH Mustofa Aqil Siroj, di sela menerima tim survei PBNU, menjelaskan, bahwa penentuan lokasi Muktamar sebaiknya tidak hanya didasarkan pada hasil survei teknis, tetapi juga melalui ikhtiar spiritual.
“Hasil survei apa pun, setelah diserahkan kepada Pengurus Besar (PBNU), kami mohon diserahkan kepada para kiai untuk melakukan istikharah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rais Syuriyah PBNU itu juga menyampaikan terima kasih karena Pesantren Kempek menjadi salah satu kandidat lokasi penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU.
Di tempat terpisah, Pengasuh Pondok Buntet Pesantren, KH Fahad Ahmad Sadat, menyebut hasil peninjauan tim PBNU memberikan penilaian positif terhadap kesiapan pesantren. Tim telah meninjau berbagai fasilitas, mulai dari masjid, ruang rapat, Graha Mbah Muqayyim, hingga sejumlah lokasi yang diproyeksikan menjadi tempat sidang pleno, pembukaan, dan akomodasi peserta.
“Alhamdulillah, hasil kunjungan tim survei PBNU memberikan penilaian positif terhadap kesiapan kami. Secara sarana dan prasarana serta dukungan pesantren, Insya Allah kami siap menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Muktamar,” kata Kiai Fahad.
Survei di tiga pesantren tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi PBNU sebelum menetapkan lokasi penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35. Keputusan akhir mengenai tuan rumah akan ditentukan oleh panitia pusat berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek yang telah disurvei. met/jok/rai

